Selasa, 09 Agustus 2016

Melanjutkan perjalanan saya di Kutai Barat, Pada hari ke-3 saya sekeluarga diajak oleh warga desa awai untuk mengunjungi salah satu tempat menarik untuk menangkap ikan. Oke, yang langsung dipikiran saya waktu itu adalah mungkin hanya memancing di suatu tempat pemancingan biasa dan itu menurut saya sangat membosankan. saya lebih memilih keliling mengambil gambar daripada harus diam menunggu ketidakpastian ikan-ikan yang datang dan pergi.....Oke, jangan diterusin.

Pagi itu setelah semua perlengkapan telah disiapkan, kami langsung berangkat menuju tempat penangkapan ikan yang sudah kami rencanakan sebelumnya. Nama tempatnya adalah "Danau Beloan", jaraknya lumayan jauh dari desa awai, kurang lebih memakan waktu 1 jam untuk sampai disana. 

Namun setiba disana, pemikiran saya tentang hanya tempat pemancingan biasa pun seketika hilang! Bagaimana tidak, untuk menuju ke danau beloan kita harus parkir kendaraan di depan jalan kecil / setapak dan kembali berjalan kaki menyusuri hutan kering dan semak-semak belukar yang jaraknya kurang lebih 1 km. Ini tempat pemancingan ekstrem!!

Setelah berjalan kaki kurang lebih 20 menit, akhirnya saya bersama rombongan sampai juga di danau beloan. 




Namun saya merasa ada sesuatu yang ganjil dari tempat ini, apa itu? coba dilihat lagi gambar-gambar diatas, saya melihat tempat ini tidak terlihat seperti layaknya danau tapi lebih ke anak sungai. 

Sontak saya langsung tanyakan ini kepada mama, dan langsung dijawab "sebenarnya ini memang danau tapi sekarang lagi musim kemarau panjang makanya danau ini menjadi kering dan keruh seperti"

Terus,"gimana nangkap ikan-ikannya?" ini adalah pertanyaan besar dalam otak saya. 

Tanpa pikir panjang rombongan dari desa awai langsung nyebur ke danau dan mengangkap ikan menggunakan tangan, iya hanya kedua tangan! luar biasa!

Kok bisa?! Setelah mendapat penjelasan panjang dari mama, oke saya mengerti. sepertinya saya kemarin salah paham. warga desa awai mengajak saya menangkap ikan bukan memancing ikan. dan kenapa mereka mengajak sekarang? karena sekarang lagi musim kemarau dan biasanya danau ini akan surut dan ikan akan sangat mudah ditangkap menggunakan tangan. tanpa pikir panjang saya langsung nyebur ke danau untuk menyoba menangkap ikan menggunakan tangan saya sendiri.

Keseruan bersama keluarga menangkap ikan

kakak dan ayah yg sangat excited

mama paling semangat sampai bawa karung sendiri


saya lagi konsentrasi menangkap ikan
Awal percobaan tentu susah karena ini first time saya nyoba pakai tangan tapi saya coba terus meraba dengan pelan-pelan dan akhirnya dapat juga, berbeda dengan ayah saya, dia menggunakan kelambu haha, walaupun terkesan konyol tapi beliau cukup dapat ikan yang banyak lhoo...

Jenis ikan yang hidup di danau beloan adalah ikan puyu, sepat, tomang dan juga ikan haruan, semua ikannya bisa dikonsumsi kok.

Ayah berhasil menangkap ikan tomang hehe

Mama dan tante lagi nyiangin ikan

Such an experience!, biasanya nangkap ikan pakai pancingan tapi sekarang lebih greget yaitu bener-bener pakai tangan kosong. ditambah lagi nangkap ikannya gak cuma sekelurga tapi bersama warga desa awai yang menambah pengalaman menangkap ikan yang asik dan seru!






11 komentar:

  1. Wah lama gak main lumpur sambil cari ikan. Memang sudah tradisi kali yah menangkapnya dengan cara tradisional. Seru!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru banget mas! yuk ikutan nyebur haha

      Hapus
  2. Seru juga main lumpur nangkap ikan hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. lebih seru main lumpur nangkap jodoh mas...*eh

      Hapus
    2. Dapat ngak jodoh nya ??? apa masih jomblo juga ??? hahaha

      Hapus
  3. Acara mancing mania eh nangkap ikan-nya seru sekali, om

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap! first time pakai tangan nih haha

      Hapus
  4. Airnya warnanya coklat, rasanya coklat juga gak ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha thanks udah mampir mas firman.

      Hapus
  5. Wow mamanya keren, ikut nyebur juga :D Saya nggak berani nangkep ikan gitu :D

    BalasHapus

Leave your comment here